Minggu, 06 Desember 2015

Munculnya Berbagai Aliran Teologi Dalam Islam




MAKALAH
MUNCULNYA BERBGAI ALIRAN TEOLOGI DALAM ISLAM
Dosen Pengapu .Rubini ,S.Pd.I,M.Pd.I



Disusun Oleh

              Nama :  Zulkarnain
               NIM  :  13812391


                   SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MASJID SYUHADA
( STAIMS YOYAKARTA)
                       TAHUN AJARAN 2015-2016



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulilahirobbilalamin, rasa syukur kami hantarkan kepada Allah SWT atas segala karunia, rahmat, rizki-nya dengan rasa terima kasih karena telah terselesaikannya tugas pembuatan makalah tentang munculnya berbagai aliran teoogi dalam islam.  Kami menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penyusunan makalah  yang sangat sederhana ini baik kata-kata maupun penulisan.karena dalam hal ini kami masih dalam tahap pembelajaran, mungkin masih banyak hal-hal  yang  sangat perlu untuk diperbaiki. Maka dari itu saran maupun kritik sangat kami harapkan untuk membangun diri, dari para pembaca. Semoga dengan makalah ini dapat bermanfaat dari semuapihak yang memerlukan, dan penulis mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang sesuai.
Wassalamu’alikum warohmatuulahi wabarakatuh

Yogyakarta, 28 september  2015

 

 






DAFTAR ISI

Kata Pengantar .........................................................................................................................................................I
Daftar Isi .......................................................................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................................III
A. Latar Belakang ...................................................................................................................................................III
B. Pembatasan Masalah…………..……………………………………………………………………….........III
BAB II  PEMBAHASAN.........................................................................................................................................1
A Pengertian teologi islam …………………………………………………………………………………....2
B. Sejarah teologi islam munculnya..............................................................................................................2
C. Beberapa aliran teologi islam……………………………………………………………………………..3
D. Macam – macam aliran dalam islam…………………………………………………………………...4
BAB III  PENUTUP ................................................................................................................................................12
A.      Kesimpulan .................................................................................................................................................................12
B.      Daftar pusaka……………………………………………………………………………………….........................13










BAB 1 PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang

      Teologi, sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dari suatu agama. Setiap orang ingin menyelami seluk beluk agamanya secara mendalam yang terdapat dalam agama yang dianutnya. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat yang tidak mudah diombang-ambing oleh peredaran zaman. Dalam Alqur`an pun sudah dijelaskan untuk mendalami agama secara penuh,” Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
      Dalam istilah arab ajaran-ajaran dasar itu disebut usul Addin dan oleh karena itu buku yang membahasa soal-soal teologi dalam islam selalu diberi nama kitab Usul Addin oleh para pengarangnya. Ajaran-ajaran itu disebut jjuga `Aqa`id atau keyakinan. Dan agama itu tidak akan lurus kecuali didasari dengan aqidah yang benar dan amal yang shahih. Hal itu dapat terealisasikan dengan berpegang teguh kepada kitab sici Al-Qur`an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
      Teologi dalam islam disebut juga `Ilm At-tauhid. Kata tauhid mengandung arti satu atau Esa. Ke-Esa-an yang dalam pandangan islam, sebagai agama yang monoteisme, merupakan sifat yang terpenting diantara sifat-sifat tuhan. Selanjutnya teologi islam disebut juga Ilm Kalam. Kalam adalah kata-kata, maka yang dimaksud kalam ialah sabda Tuhan.


2. Pembatasan masalah
      Teologi mempunyai sudut pandang yang blebih luas dibandingkan dengan ilmu fiqih. Karena teologi tidak hanya membahas tentang ketuhanan saja, tapi juga soal iman dan kufur yang mana mempunyai keterangan yang sangat luas. Makadari itu dalam pembatasan masalah pada kali ini akan membahas sebagai berikut:
  1. Apa pengertian teologi islam?
  2. Bagaiman sejarah timbulnya teologi islam ?
  3. Sebutkan beberapa contoh aliran teologi dalam islam?
  4. Macam2 aliran dalam islam





BAB II PEMBAHASAN


1.      Pengertian Teologi Islam

      Akhir-akhir ini banyak sekali aliran-aliran islam, khususnya di Indonesia. Seperti contoh aliran Ahmadiyah, yang oleh kelompok islam garis keras dihancurkan tempat peribadatannya dan oleh MUI dikatakan sebagai aliran sesat. Dan apakah seperti itu yang bias disebut aliran teologi dalam islam. Ternyata tidak semudah itu untuk disebut sebagai teologi Islam. Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita akan membahas dulu tentang pengertian teologi Islam.
      Ada banyak sekali pengertian mengenai teologi Islam menurut beberapa pemikir. Diantaranya dari Fergilius Ferm yaitu seorang ahli Ilmu agam,a mengatakan : The disclipine which concern god (or the Deviniti Reality) and Gods relation to the world (teologi ialah pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam semesta). Tetapi kita harus membahas dulu menurut segi Etimologi atau bahasa maupun Terminologi atau Istilah. Teologi terdiri atas dua kata yaitu Theos yang artinya tuhan dan liogos tyang artinya Ilmu. Jadi teologi bias disebut juga dengan Ilmu tuhan atau disebut ilmun ketuhanan.
      Dalam kamus New English Dictinary juga menerangkan tentang teologi yang diseusun oleh Collins sebagai berikut : the science which treats of the facts and phenomena of religion and the relation between God and men ( ilmu yang yang membahas fakta-fakta dan gejala-gejala agama serta hubungan-hubungan antara tuhan dan manusia). Jadi secara garis besaa teologi adalah ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari suatu agama.
      Setiap manusia pastilah ingin menetahui lebih dalam tentang seluk beluk agamanya sehingga tidak mudah goyang ketika muncul aliran-aliran baru yang mungkin akan timbul dikemudian hari. Dan mereka dapat mempunyai keyakinan-keyakinan uyang berdasarkan pada landasan yang kuat sehingga tidak menjadi seorang yang taqlid buta.

2.      Sejarah Teologi Islam Munculnya

      Islam adalah agama yang sebenarnya mempunyai sebuah pegangan beragama yaitu Al-Qur`an dan Hadits. Dalam segala persoalan Al-Qur`an dan Hadits rosul dapat menjelaskan dan menyelesaikan persoalan tersebut. Baik dalam bidang social bermasyarakat atau bermuamalat, bidang politik, ekonomi dan apaloagi soal keyakinan atau tauhid. Akan tetapi untuk menjawab persoalan tersebut, Al-Qur`an masih harus dipelajari denagn sangat lebih dalam karena masih banyak ayat-ayat Al-Qur`an yang menerangkan sesuatu secara global dan belun terperinci.Al-Qur`an dan hadits Nabi sendiri banyak berisi pembicaraan tentang wujud tuhan, keagunagn tuhan dan Ke-Esa-AnNya. Dalam Aql-Qur`an sendiri juga banyak menyebutkan tentang sifat-sifat tuhan, yang mana sebagian bertalian dengan dzat Tuhan sendiri dan sebagian lagi menyatakan semacam hubungan dengan makhluk-Nya, seperti Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha memberi Rizqi dan lain sebagainya.

 Tetapi anehnaya, persoalan yang pertama kali muncul bukanlah tentang tauhid atau teologi, melainkan dalam bidang politik. Dan persoalan dalam bidang politik tersebutlah yang menjadi suatu embrio perpecahan umat yang akhirnay mengantarkan kepada munculnya berbagai aliran-aliran teologi dalam islam.
Oleh karena itu awal mula munculnnya aliran-aliran teologi dalam islam tidaklah begitun jelas. Karena m,unculnya aliran teologi tersebut melalui beberapa fase. Dan selama kurang lebih 3 abad lamanya melakukan perdebatan, baik antara sesame maupun dengan lawan-lawan dan pemeluk agama lain, kaum muslimin ssampaikepada ilmu yang mejeloaskan dasar-dasar aqidahnya dan jugaa perinci-perinciannya.
      Al-Qur`an sendiri sangat menyarankan umat islam untuk memakai akal pikirannya. Dan juga memperhatikan alam semesta ini dengan panca indra yang dimilikinya. Oleh Karen itu, untukn urusan beragama islam dengan keras mencela seorang yang beragama yang hanya taqlid buta atau ikut-ikutan tentang soal-soal kepercayaan agama. Oleh karena itu umat muslim harus benar-benar melepaskan akal pikirannyauntuk menggali kandungan isi Al-Qur`an dan sunnah Rosul. Pada waktu Rosulullah masih hidup, umat islam dapat menanyaka segala sesuatu persoalan atau kesulitan kepada beliau akan tetapi setelah beliauy wafat mereka tidak bias menanyakannya langsung kepada Riosulullahn. Melainkan kepada para penerus pemimpoin umat, yang mana mereka harus dapat menggali isi Al`Qur`an denga akal pikiran dengan tata cara yng bias dipertanggung jawabkan.
      Setelah Rosulullah wafat, muncullah persoalan politik dikalangan umat islam yaitu tentang Imamah (pimpinan kaumn muslim berikutnya). Dan sejarah merwayatkan bahwa yang menjadi pengganti (sebagain kepala Negara, bukan sebagai Nabi atyau rosul ) adalah Abu Bakar. Dan itupun melalui sebuah perdebatan yag besar oleh para pemuda, sahabat muhajirin dan sahabat anshor.kemudian abu Bakar digantikan oleh Umar Ibn Khottab dan Umar digantikan oleh Utsman bin Affan.
      Dalam pertengahan pemerintahan, Kholifah Usman bin Affan tidak berdaya dalam menghadapi keluarga beliau yang mempunyai ambisi untuk duduk dalam pemerintahan. Banyak keluarga beliau yang menjadi gubernur di beberapa daerah kekuaasaan islam pada saat itu. Dan akibat tindakan Khalifah Usman tersebut banyak para sahabat Nabi yang dulu menyokong beliau sekarang menjauhi beliau. Yang akhirnya khalifah Usman wafat karena dibunuh oleh para pemberontak dari Makkah.
      Setelah khalifah Usman wafat, kekhalifahan digantikan oleh Ali. Dan belum lama memerintah sebagai khalifah, Ali mendapatkan tantangan dari Aisyah, Talhah Dan Zubair. Tetapi tantangn tersebut dapat diselesaikan dengn perang. Dan tantangn berikutnya yaitu dari Mu`awiyah. Mu`awiyah menuduh bahwa Ali turut campur dalam pembunuhan Khalifah Usman karena Muhammad Ibn Abi Bakar (pembunuh Usman) adalah anak angkat dari Ali bin Abi Thalib. Dan khalifah Ali tidak mengambil tindakan keras atas kasus tersebut.
      Selanjutnya Khalifah Ali dan Mu`awiyah melakukan poeperangan di bukit siffin. Yang akhirnaya Khalifah Ali dapat memojokkan Mu`awiyah. Akan tetapi karena kelicikan dari kelompok Muawiyah, yaitu dengan mengangkat Al-Qur`an keatas (tanda-tanda perdamaian), kelompok Ali pecah menjadi dua kelompok. Yaitu kelompok ynag setuju untuk berdamai deng tetap ikut kepada khalifah Ali(Syiah) dan kelompok yang tidak ingin untuk berdamai (Kawarij).


      Demikianlah beberapa persoalan poliitk yang akhirnya memicu terjadinya permasalahan teologi. Yaitu dimulainya persoalan dosa besar karena membunu Khalifah Usman. Dan timbullah persoalah siapa yang kafir dan siapa yang tidak kafir.dalam arti siapa yang masih dalam islam dan siapa yang sudah keluar dalam islam. Dari sinilah awal muncul tiga aliran teologi yaitu yang pertama, Aliran Khawarij yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir (murtad) dan oleh karena itu wajib di bunuh.
      Aliran yang kedua, yaitu Aliran Murji`ah yang menegaskan bahwa orang yang melakukan dosa besar masih dikatakan mukmin, adapun dosa yang dilakukan terserah Allah SWT. Aliran yang ketiga, yaitu Aliran Mu`tazilah yang menyatakan bahwa orang yang berbuat dosa besar bukan kafir dan juga bukan mukmin, melainkan berada diantaranya (almanzilah bain almanzilah). Dan demikianlah sebenarnya sebuah persoalan fiqh (pertalian dengan manusia) yang mengantarkan menjadi masalah kepercayaan (teologi).

3.      Beberapa aliran teologi islam

Pada pembahasan ini akan kami sampaikan beberapa contoh aliran teologi islam diantaranya yaitu:
a. Aliran Mu`tazilah
aliran ini merupakan aliran terbesar dan tertua. Dan juga ikut memainkan peranan penting dalam sejarah pemikiran dunia islam. Ajaran – ajaran pokok aliran ini yaitu; Ke – Esa – an, Keadilan, Janji dan Ancaman, Tempat diantara dua tempat, dan yang terakhir yaitu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang segala kemungkaran.
b. Aliran Jabariyah
Kaum ini berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. Jadi segala yang dilakukan oleh menusia adalh kehendak tuhan atau sudan menjadi qada dan qadar tuhan secara penuh
c. Aliran Qadariah
Kaum ini sebalkiknya dengan kaum jabariyah, yaitu manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya. Jadi segala sesuatu yang dilakukan manusia memang atas kehendak dan kekuatan dari menusia tersebut.
d. Ahli sunnah dan jama`ah
Golongan ini timbul atas reaksi paham-paham golongan sebelumnya seperti Mu`tazilah dan qadariyah dan yang lainnya. Golongan ini, salah satunya menjunjung tinggi qaidah attasamukh (toleran) yaitu tidak seperti mu`tazilah yang begitu keras dalam menyiarkan agama. Ahl Sunnah dan Jamaah tidak menjunjung tinggi-tinggi kekuatan manusia dan juga tidak meyerahkan kekuatan sepenuhnya kepada Tuhan.

            4.Macam macam aliran dalam islam

Aliran dalam Islam mulai tampak pada saat perang Siffin (37 H) khalifah 'Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah. Pada saat tentara 'Ali dapat mendesak tentara Mu'awiyah maka Mu'awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara 'Ali menyetujui perdamaian ini, dan sebagian lagi menolaknya. Kelompok yang tidak setuju ini akhirnya
memisahkan diri dari 'Ali dan membentuk kelompok sendiri yang akhirnya terkenal dengan nama Khawarij. Mereka menganggap Ali, Mu'awiyah dan orang-orang yang menerima perdamaian ini telah berbuat salah (dosa besar) karenanya mereka bukan mukmin lagi dan boleh dibunuh. Masalah dosa besar ini kemudian menimbulkan 3 aliran
teologi dalam Islam yaitu : Khawarij, Murji'ah dan Mu'tazilah.1Masalah kepemimpinan ini kemudian menyebabkan munculnya kelompok yang menganggap yang berhak adalah
'Ali dan keturunannya (Syi'ah) dan kelompok yang berseberangan dengannya (Ahlus Sunnah wal Jama'ah).
Dan akibat pengaruh agama lain dan filsasat pada umat Islam maka muncullah kelompok yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkendak dan perbuatannya (Qadariyyah) dan kelompok yang berpendapat sebaliknya (Jabariyyah). Setelah itu banyak bermunculan aliran-aliran baru dalam agama Islam.
Dalam tulisan yang singkat ini penulis akan berusaha menguraikan aliran-aliran Islam yang ada terutama yang ada di Indonesia dan pendapat-pendapat mereka. Pembagian aliran-aliran Islam pada zaman terdahulu.

Yang perlu diperhatikan disini, bahwa perselisihan yang terjadi pada masalah keyakinan pada umat Islam pada zaman dahulu tidaklah pada inti dari keyakinan (lubbul ‘aqidah),
tetapi masalah-masalah filsafat dan sama sekali tidak menyentuh inti keyakinan seperti keesaan Allah, Iman kepada para rasul dan hari akhir, iman kepada malaikat, dan bahwa yang diberitakan oleh Nabi Muhammad adalah benar.

Adapun masalah-masalah yang diperselisihkan adalah :
- Paksaan dan kebebasan untuk berkehendak atau berbuat (al-jabr wal-ikhtiyar),
- Pelaku dosa besar,
- Al-Quran adalah qadim atau hadits (baru).

Aliran-aliran keyakinan pada saat itu adalah : Khawarij, Syi'ah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Murji-ah, dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Berikut ini akan kami sajikan secara singkat sejarah dan pendapat masing-masing kelompok tersebut..sebelumnya silahkan download
Ebook Aliran-aliran Dalam Islam

1.     Khawarij

Khawarij menurut bahasa merupakan jamak dari kata kharijiy, yang berarti orang-orang yang keluar, mengungsi atau mengasingkan diri.
Asy-Syihristani mendefinisikan bahwa Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari Imam yang berhak yang telah disepakati oleh masyarakat. 2
Kelompok Khawarij yang pertama adalah Al- Muhakkimah (Syuroh/Haruriyyah) yaitu pengikut Ali yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara beliau dengan Muawiyah saat perang Siffin. Mereka ini menganggap Ali dan orang-orang yang
menyetujui perdamaian tadi adalah orang-orang kafir dan halal darahnya.
Kemudian Khawarij ini terpecah menjadi beberapa aliran, yang paling besar adalah
Al-Azariqoh, An-Najdah, Al-'Ajaridah, Ash-Shufriyyah, dan Al-Ibadiyyah. Aliran
terakhir ini yang paling moderat diantara aliran Khawarij dan masih terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, Umman dan Arabia Selatan

Pendapat-pendapat mereka antara lain :
- Pelaku dosa besar adalah kafir
- Imam boleh dipilih dari suku apa saja asal ia sanggup
   menjalankannya.
- Keluar dari Imam adalah wajib apabila Imam tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.
- Orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan anak istrinya boleh ditawan, dijadikan budak atau dibunuh (Al-Azariqoh) sedang menurut Al-Ibadiyah mereka bukan mukmin dan bukan kafir, karena itu boleh bermuamalat dengan mereka, dan membunuh
mereka adalah haram.
- Anak-anak orang kafir berada di neraka (Al-
   Azariqoh)
- Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-Quran (Al-Azariqoh)
- Surat Yusuf bukan termasuk al-Quran karena mengandung cerita cinta (Al-'Ajaridah)

2. Syi'ah
Sy'iah menurut bahasa berarti pengikut dan penolong, dan diucapkan untuk sekelompok manusia yang bersatu/berkumpul dalam satu masalah, dan kepada setiap orang yang menolong seseorang dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya.
Kemudian kata ini dipergunakan untuk kelompok yang menolong dan membantu khalifah 'Ali dan keluarganya, lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini.
 Menurut Asy-Syihristaniy Syi'ah adalah kelompok yang mengikuti Khalifah 'Ali dan menyatakan kepemimpinannya baik secara nash ataupun wasiat yang adakalanya secara jelas ataupun samar, dan mereka berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) tidak
keluar dari anak-anaknya, dan jika keluar darinya maka itu terjadi secara zalim atau sebab taqiyah darinya. 4
Para sejarawan berbeda pendapat akan awal munculnya Syi'ah, diantaranya :
- muncul sejak zaman Nabi Muhammad SAW (pendapat ulama Syi'ah)
- muncul bersamaan setelah wafatnya Rasulullah (Ahmad Amin)
- muncul pada akhir pemerintahan Utsman bin Affan (Muhammad Abu Zahrah)
- muncul setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 36 H (pendapat Orientalis Yulius W)
- muncul setelah terbunuhnya Al-Husein (Dr. Samiy An-Nasysyar)
- muncul di akhir abad pertama hijriyyah ( Dr. 'Irfan Abdul Humaid) 5
Menurut sebagian ahli sejarah madzhab ini disebarkan pertama kali oleh Abdullah bin Saba yaitu seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, dan hampir dibunuh oleh Ali. 6

3 Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 5
4 Al-Milal wan Nihal, hal : 146/juz 1
5 Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 14
6 Mengapa Kita Menolak Syiah, LPPI, hal 5

Dr. Fuad Mohammad Fachruddin membagi Syi'ah menjadi 4 macam aliran :
- Ekstrimis (al-Ghulatiyyah), sekarang sudah tidak ada lagi.
- Isma’iliyah dan cabang-cabangnya,.
Tersebar di India, Pakistan, Afrika Utara , Eropa dan Amerika.
- Zaidiyyah,
Tersebar di Yaman dan sekitarnya.
- 12 Imam (Itsna 'Asyariyyah/Imamiyyah),
Syi'ah yang paling banyak mempunyai pengikut di dunia tersebar di Iran, Irak, Lebanon, India, Pakistan dan bahkan di Arab Saudi serta negara-negara Teluk. Diperkirakan pengikutnya sekitar 120 juta orang.7
Pendapat-pendapat mereka :
- Mengkafirkan sahabat Nabi yang tidak mendukung Ali (kecuali Syiah Zaidiyah sekarang-pen)
- Kepemimpinan (Imamah) merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
- Memandang Imam Itu ma'shum (orang suci)
- Wajib adanya Imam yang tersembunyi (Al-Imam Al- Mastur)
- Al-Quran yang sekarang mengalami perubahan dan pengurangan, sedangkan yang asli berada di tangan Al-Imam Al-Mastur (Syi'ah Imamiyah)
- Tidak mengamalkan hadits kecuali dari jalur keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait), (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
- Memperbolehkan taqiyah
- Tidak menerima ijma dan qiyas (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
7 Sejarah perkembangan pemikiran dalam Islam, hal : 57
- Wajib sujud di atas tanah atau batu (Syi'ah Imamiyah)
- Memperbolehkan nikah mut'ah (Syi'ah Imamiyah)
- Tidak melakukan shalat Jumat karena Imam yang asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah)

3. Murji'ah
Murji'ah berasal dari kata Irja yang berarti menangguhkan. Kaum Murjiah yang muncul pada abad I Hijriyyah merupakan reaksi akibat adanya pendapat Syiah yang mengkafirkan sahabat yang menurut mereka merampas kekhalifahan dari Ali, dan pendapat Khawarij yang mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Pada saat itulah muncullah sekelompok umat Islam yang menjauhkan dari pertikaian, dan tidak mau ikut
mengkafirkan atau menghukum salah dan menangguhkan persoalannya sampai dihadapan Allah SWT. Pada asalnya kelompok tidak membentuk suatu madzhab, dan hanya membenci soal-soal politik, tetapi kemudian terbentuklah suatu madzhab dalam ushuluddin yang membicarakan tentang Iman, tauhid dan lain-alin. Pemimpin dari kaum Murjiah adalah Hasan bin Bilal (152 H). 8
Kaum Murji'ah dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Golongan moderat
Pendapat-pendapat mereka :
- Orang berdosa bukan kafir dan tidak kekal dalam neraka
b. Golongan Ekstrim
Pendapat-pendapat mereka :
8 I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 180-181
- Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian menyatakan kekufuran secara lisan tidak menjadi kafir karena iman itu letaknya di dalam hati, bahkan meskipun melakukan ritual agama-agama lain.
- Yang dimaksud ibadah adalah iman, sedangkan shalat, puasa, zakat dan haji hanya            menggambarkan kepatuhan saja
- Maksiat atau pekerjaan-pekerjaan jahat tidak merusak iman ( Al-Yunusiah)
- Menangguhkan hukuman orang yang berdosa di akhirat


4. Jabariyah
Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan.
Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan.
Meskipun demikian sebelumnya sudah ada dalam umat Islam yang membicarakan tentang hal ini seperti surat sahabat Ibnu Abbas dan seorang tabi-in al-Hasan al- Bashriy kepada penganut paham ini. 9
Pendapat-pendapat mereka :
- manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya tetapi dipaksa oleh Allah
- Iman cukup dalam hati saja walau tidak diikrarkan dengan lisan 10

5. Qodariyah
Qodariyyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa.
9 Tarikh Madzhabil Islamiyyah, Abu Zahrah, hal 103/juz I
10 I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 268-272
Pemimpin aliran ini yang pertama adalah Ma'bad al- Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqiy. Keduanya dihukum mati oleh penguasa karena dianggap menganut paham yang salah.
Pendapat-pendapat mereka :
- Manusia sendirilah yang melakukan pebuatannya sendiri dan Tuhan tidak ada hubungan sama sekali dengan perbuatannya itu.

6. Mu'tazilah
Mu'tazilah berasal dari kata I'tazala yang berarti manjauhkan diri.
Asal mula kata ini adalah suatu saat ketika al-Hasan al- Bahsriy (110 H) sedang mengajar di masjid Basrah datanglah seorang laki-laki bertanya tentang orang yang berdosa besar. Maka ketika ia sedang berpikir menjawablah salah satu muridnya Wasil bin Atha' (131
H) menjawab : "Saya berpendapat bahwa ia bukan mukmin dan bukan kafir, tetapi mengambil posisi diantara keduanya". Kemudian ia menjauhkan diri dari majlis al-Hasan dan pergi ketempat lain dan mengulangi pendapatnya. Maka al-Hasan menyatakan : Washil menjauhkan diri dari kita (I'tazal 'anna). 11
Pendapat-pendapat mereka :
- Orang Islam yang berdosa besar bukan kafir dan bukan mukmin tetapi berada di antara keduanya (al-Manzilah bainal manzilatain)
- Tuhan bersifat bijaksana dan adil, tidak dapat berbuat jahat dan zalim. Manusia sendirilah yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan perbuatannya
perbuatannya, yang baik dan jahat, iman dan kufurnya, ta'at dan tidaknya.
11 Teologi Islam, Harun Nasution, hal: 40
- Meniadakan sifat-sifat Tuhan, artinya sifat Tuhan tidak mempunyai wujud sendiri di luar zat Tuhan
 - Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal
- Al-Quran bukan qadim (kekal) tetapi hadits (baru/diciptakan)
- Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kepala di akhirat nanti
- Hanya mengakui Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis tetapi tidak mengakui Mi'rajnya ke langit
- Tidak mempercayai wujud Arsy dan Kursi Allah, Malaikat pencatat amal (Kiraman Katibiin), Adzab (siksa) kubur.
- Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal), Hisab (perhitungan amal), Shiratul Mustaqiim (Titian), Haud (kolam nabi) dan Syafa'at nabi di hari Kiamat.
- Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak kekal (ikut sebagian kelompok)

7. Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Kelompok ini disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena pandapat mereka berpijak pada pendapat-pendapat para sahabat yang mereka terima dari Rasulullah.
Kelompok ini disebut juga kelompok ahli hadits dan ahli fiqih karena merekalah pendukung-pendukung dari aliran ini.. Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dikenal pada saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok Mu'tazilah berkembang pesat, sehingga nama Ahlus Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap manusia yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama Mu'tazilah dipakai untuk siapa yang berpegang pada ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan rasio. 12
12 Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam, Dr. Fuad. MF hal :105
Ibnu Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam Asy'ariy dan Imam Maturidi. 13
Pendapat-pendapat mereka :
- Hukum Islam di dasarkan atas Al-Quran dan al-Hadits
- Mengakui Ijmak dan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam
- Menetapkan adanya sifat-sifat Allah
- Al-Quran adalah Qodim bukan hadits
- Orang Islam yang berdosa besar tidaklah kafir

Aliran-aliran Islam berikutnya
Sebenarnya susudah munculnya aliran-aliran di atas, muncul banyak aliran Islam di dunia. Tetapi pada kesempatan ini kami hanya menyebutkan yang populer di Indonesia.

1. Wahabi
Pendiri gerakan ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab (1702-1787 M).
Dalam Munjid disebutkan bahwa tariqat mereka dinamai Al-Muhammadiyyah dan fiqih mereka berpegang pada madzhab Hanbali diseuaikan dengan tafsir Ibnu Taimaiyyah. 14
Pendapat-pendapat mereka :
- Tawassul, Istigozah adalah syirik
- Ziarah kubur hukumnya haram
- Menghisap rokok haram dan syirik
- Mengharamkan membangun kubah atau bangunan di atas kuburan
13 Fiqih Tradisionalis, KH. Muhyiddin Abdushshomad, hal 14
14 I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal :337
- Membagi tauhid menjadi dua : Tauhid Uluhiah dan Tauhid Rububiyyah
2. Bahai
Pendirinya adalah : Mirza Husein Ali Bahaullah (1892M)
Kepercayaan ini mulai timbul di kalangan Syiah Imamiyyah di Iran pada abad ke 19 M dengan munculnya Mirza Ali Muhammad (1852 M) yang mendirikan dirinya sebagai
al Bab (pintu) bagi kaum Syiah dan umat Islam lainnya untuk menghubungkan mereka dengan Imam yang lenyap dan ditunggu kehadirannya pada akhir zaman. Ia menyerukan untuk menyatukan agama Islam, Nasrani dan Yahudi sehingga menimbulkan kehebohan dan ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di Tibriz tahun 1853 M. Salah satu muridnya Mirza Husein Ali Bahaullah kemudian mengaku sebagai wakil dari Mirza Ali Muhammad Al-Bab dan mengembangkan ajaranajarannya
sampai ia mati. Kelompok ini diusir oleh Kerajaan Syah Iran dan dilarang di Mesir, bahan Al- Azhar mengeluarkan fatwa bahwa aliran keluar dari Islam dan sudah tidak Islam lagi.
Aliran ini meluas ke Dunia Barat pada tahun 1980, dan pada tahun 1920 mengadakan pusat bahai yang kuat di Amerika. Dewasa ini bahai terdapat di lebih dari 260
kota dunia.
Pendapat-pendapat mereka :
- Menggabung agama Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya.
- Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak boleh dari dua istri.
- Shalat hanya sembilan rakaat dan kiblatnya Istana Bahaullah
- Melakukan puasa sebulan tapi hanya 19 hari
- Tidak melakukan shalat Jumat hanya shalat jenazah saja
- Melakukan haji dengan mengunjungi rumah Al-Bab, tempat ia dipenjarakan, dan rumah-rumah para pembesar
- Zakat harta sepertiga dan diberikan kepada dewan pengurus perkumpulan
- Riba diperbolehkan
- Jihad haram dilakukan
- Talak 19 kali Janda boleh menikah setelah membayar diyat (tanpa ‘iddah), duda tidak boleh kawin sebelum 90 hari.
- Kewarisan 9/60 untuk anak, 8/60 untuk suami, 7.60
untuk ayah, 6/60 untuk ibu, 1.60 untuk saudara perempuan, 3/60 untuk para guru. Selain mereka tidak dapat.
- Hukum atas perzinaan adalah membayar uang ke baitul mal
- Wanita mendapat warisan yang sama dengan lakilaki
- Tidak mempercayai hari akhirat

3. Ahmadiyah.
Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad.(1936-1908 M)
Ia lahir di Pakistan ditengah-tengah kelompok Syiah
Ismailiyyah. Pada tahun 1884 ia mengaku mendapat ilham dari Allah, kemudian pada 1901 mengaku dirinya menjadi nabi dan rasul, yang diingkari oleh kelompok Ahlus Sunnah dan kelompok Syi'ah seluruh dunia.
Ahmadiyah terbagi menjadi dua kelompok
a. Ahmadiyah Qadiyan : menganggap Mirza sebagai nabi
b. Ahmadiyah Lahore : menganggap Mirza sebagai mujaddid (pembaharu Islam)
Pendapat-pendapat mereka :
- Menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi (Qadiyan)
- Orang Islam yang tidak sepaham adalah orang kafir
- Mengharamkan jihad

4. Jamaah Tabligh
Pendirinya : Syaikh Muhammad Ilyas bin Muhammad Ismail al-Kandahlawi.(1303-1363)
Kelompok ini aktif sejak 1920-an di Mewat, India.
Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. 15
Pendapat mereka :
- Mengembalikan Islam pada ajarannya yang kaffah (menyeluruh)
- Mengharuskan pengikutnya khuruj (keluar untuk berdakwah) 4 bulan untuk seumur hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali berkeliling pada tiap minggu.
- Menjauhi pembicaraan tentang fiqih, masalah-masalah politik, aliran-aliran lain dan perdebatan
- Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan asy- Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i
- Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad al-Kanhuhi
15 Sebagian ulama wahabi menganggap kelompok ini sesat di antaranya :
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, Asy- Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy, Muhammad Nashiruddin Al-Alban, Abdurrazzaq 'Afifi.
- Sikap fanatis yang berlebihan terhadap orang-orang shaleh dan berkeyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu gaib
- Keharusan untuk bertaqlid






BAB III PENUTUP


Kesimpulan

Demikianlah pembahasan tentang beberapa aliran teologi dalam islam. Ada yang bercorak liberal dan ada pula yang bercorak tradisional, bahkan ada yang diantara kedua-duanya. Dan setelah mengetahui beberapa aliran teologi dalam islam beserta sejarah singkatnya, di harapkan umat islam dapat mempunyai pandangan lain tentang islam yang tidak hanya dari sudut pandang halal dan haram saja, dan mengnggap islam itu sempit. Ynag mana teologi mempunyai sudut pandang yang lebih luas.
Semua aliran juga berpegang pada wahyu. Sebenarnya perbedaan terdapat pada interpretasi mengenai teks ayat-ayat Al-Qur`an dan Hadits. Dan ini juga seperti perbedaan yang terjadi dalam bidang hokum islam atau Fiqih. Yang selanjutnya menghasilkan beberapa madzhab-madzhab yang berbeda seperti yang dikenal dengan sekarang, yaitu madzhab hanafi, madzhab Maliki, madzhab hambali, dan madzhab Syafi`i.
Pada hakikatnya semua aliran-alairan yang timbul bukanmlah keluar dari islam, tetapi masih tetap dalam islam. Dengan demikian umat islam dapat memillih salah satu dari aliran teologi tersebut menurut jiwa dan pendapatnya. Sebagaimana seseorang memilih madzhab dalam Fiqih. Dari sinilah kellihatan hikmah ucapan dari Nabi Mmuhammad SAW,” Perbedaan paham dikalangan umatku membawa rahmat”. Walaupun begitu kita tetap harus memilih aliran teologi yang paling mendekati dengan pedoman umat islam yaitu Al-Qur`an dan Hadits. Dan dalam konteks ini yaitu Aliran Ahlussunnah Waljama`ah sebagaiman tercantum dalam sebuah hadits.





DAFTAR PUSTAKA

Abdul Karim, Nashir Al-Aql, Gerakan Dakwah Islam, Darul Haq, 2003.
Iskandar, Noer Al-Barsany, Biografi dan Garis besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah Waljama`ah, Raja Grafindo Persada, 2001.
Hanafi, A, Pengantar Teologi Islam, Pustaka Al-Husna Baru, 2003.
Nasution, Harun, Teologi Islam Aliran-Aliran sejarah Analisa Perbandingan, UI-Pers, 2008.

0 komentar:

Posting Komentar