MAKALAH
MUNCULNYA BERBGAI ALIRAN TEOLOGI DALAM
ISLAM
Dosen
Pengapu .Rubini ,S.Pd.I,M.Pd.I
Disusun
Oleh
Nama
: Zulkarnain
NIM :
13812391
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM MASJID SYUHADA
(
STAIMS YOYAKARTA)
TAHUN AJARAN 2015-2016
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulilahirobbilalamin, rasa syukur kami
hantarkan kepada Allah SWT atas segala karunia, rahmat, rizki-nya dengan rasa
terima kasih karena telah
terselesaikannya tugas pembuatan makalah tentang munculnya berbagai aliran
teoogi dalam islam. Kami menyadari bahwa
banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
yang sangat sederhana ini baik kata-kata maupun penulisan.karena dalam
hal ini kami masih dalam tahap pembelajaran, mungkin masih banyak hal-hal yang
sangat perlu untuk diperbaiki. Maka dari itu saran maupun kritik sangat
kami harapkan untuk membangun diri, dari para pembaca. Semoga dengan makalah
ini dapat bermanfaat dari semuapihak yang memerlukan, dan penulis mohon maaf
apabila ada kata-kata yang kurang sesuai.
Wassalamu’alikum
warohmatuulahi wabarakatuh
Yogyakarta,
28 september 2015
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
.........................................................................................................................................................I
Daftar Isi
.......................................................................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................................III
A. Latar Belakang
...................................................................................................................................................III
B. Pembatasan Masalah…………..……………………………………………………………………….........III
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................................................1
A Pengertian teologi islam …………………………………………………………………………………....2
B. Sejarah teologi islam
munculnya..............................................................................................................2
C. Beberapa aliran teologi
islam……………………………………………………………………………..3
D. Macam – macam aliran
dalam islam…………………………………………………………………...4
BAB III PENUTUP ................................................................................................................................................12
A. Kesimpulan
.................................................................................................................................................................12
B. Daftar pusaka……………………………………………………………………………………….........................13
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Teologi, sebagaimana diketahui membahas ajaran-ajaran dari suatu agama. Setiap
orang ingin menyelami seluk beluk agamanya secara mendalam yang terdapat dalam
agama yang dianutnya. Mempelajari teologi akan memberi seseorang
keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat yang tidak mudah
diombang-ambing oleh peredaran zaman. Dalam Alqur`an pun sudah dijelaskan untuk
mendalami agama secara penuh,” Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu
kedalam islam keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Dalam istilah arab ajaran-ajaran dasar itu disebut usul Addin dan oleh karena
itu buku yang membahasa soal-soal teologi dalam islam selalu diberi nama kitab
Usul Addin oleh para pengarangnya. Ajaran-ajaran itu disebut jjuga `Aqa`id atau
keyakinan. Dan agama itu tidak akan lurus kecuali didasari dengan aqidah yang
benar dan amal yang shahih. Hal itu dapat terealisasikan dengan berpegang teguh
kepada kitab sici Al-Qur`an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
Teologi dalam islam disebut juga `Ilm At-tauhid. Kata tauhid mengandung arti
satu atau Esa. Ke-Esa-an yang dalam pandangan islam, sebagai agama yang
monoteisme, merupakan sifat yang terpenting diantara sifat-sifat tuhan.
Selanjutnya teologi islam disebut juga Ilm Kalam. Kalam adalah kata-kata, maka
yang dimaksud kalam ialah sabda Tuhan.
2.
Pembatasan masalah
Teologi mempunyai sudut pandang yang blebih luas dibandingkan dengan ilmu
fiqih. Karena teologi tidak hanya membahas tentang ketuhanan saja, tapi juga
soal iman dan kufur yang mana mempunyai keterangan yang sangat luas. Makadari
itu dalam pembatasan masalah pada kali ini akan membahas sebagai berikut:
- Apa pengertian teologi islam?
- Bagaiman sejarah timbulnya teologi islam ?
- Sebutkan beberapa contoh aliran teologi dalam islam?
- Macam2 aliran dalam islam
BAB
II PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Teologi Islam
Akhir-akhir ini banyak sekali aliran-aliran islam, khususnya di Indonesia.
Seperti contoh aliran Ahmadiyah, yang oleh kelompok islam garis keras
dihancurkan tempat peribadatannya dan oleh MUI dikatakan sebagai aliran sesat.
Dan apakah seperti itu yang bias disebut aliran teologi dalam islam. Ternyata
tidak semudah itu untuk disebut sebagai teologi Islam. Sebelum kita membahas
lebih lanjut, kita akan membahas dulu tentang pengertian teologi Islam.
Ada banyak sekali pengertian mengenai teologi Islam menurut beberapa pemikir.
Diantaranya dari Fergilius Ferm yaitu seorang ahli Ilmu agam,a mengatakan : The
disclipine which concern god (or the Deviniti Reality) and Gods relation to the
world (teologi ialah pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam
semesta). Tetapi kita harus membahas dulu menurut segi Etimologi atau bahasa
maupun Terminologi atau Istilah. Teologi terdiri atas dua kata yaitu Theos yang
artinya tuhan dan liogos tyang artinya Ilmu. Jadi teologi bias disebut juga
dengan Ilmu tuhan atau disebut ilmun ketuhanan.
Dalam kamus New English Dictinary juga menerangkan tentang teologi yang
diseusun oleh Collins sebagai berikut : the science which treats of the facts
and phenomena of religion and the relation between God and men ( ilmu yang yang
membahas fakta-fakta dan gejala-gejala agama serta hubungan-hubungan antara
tuhan dan manusia). Jadi secara garis besaa teologi adalah ilmu yang membahas
ajaran-ajaran dasar dari suatu agama.
Setiap manusia pastilah ingin menetahui lebih dalam tentang seluk beluk
agamanya sehingga tidak mudah goyang ketika muncul aliran-aliran baru yang
mungkin akan timbul dikemudian hari. Dan mereka dapat mempunyai
keyakinan-keyakinan uyang berdasarkan pada landasan yang kuat sehingga tidak
menjadi seorang yang taqlid buta.
2.
Sejarah
Teologi Islam Munculnya
Islam adalah agama yang sebenarnya mempunyai sebuah pegangan beragama yaitu
Al-Qur`an dan Hadits. Dalam segala persoalan Al-Qur`an dan Hadits rosul dapat
menjelaskan dan menyelesaikan persoalan tersebut. Baik dalam bidang social
bermasyarakat atau bermuamalat, bidang politik, ekonomi dan apaloagi soal
keyakinan atau tauhid. Akan tetapi untuk menjawab persoalan tersebut, Al-Qur`an
masih harus dipelajari denagn sangat lebih dalam karena masih banyak ayat-ayat
Al-Qur`an yang menerangkan sesuatu secara global dan belun terperinci.Al-Qur`an
dan hadits Nabi sendiri banyak berisi pembicaraan tentang wujud tuhan,
keagunagn tuhan dan Ke-Esa-AnNya. Dalam Aql-Qur`an sendiri juga banyak
menyebutkan tentang sifat-sifat tuhan, yang mana sebagian bertalian dengan dzat
Tuhan sendiri dan sebagian lagi menyatakan semacam hubungan dengan makhluk-Nya,
seperti Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha memberi Rizqi dan lain sebagainya.
Tetapi anehnaya, persoalan yang pertama kali
muncul bukanlah tentang tauhid atau teologi, melainkan dalam bidang politik.
Dan persoalan dalam bidang politik tersebutlah yang menjadi suatu embrio
perpecahan umat yang akhirnay mengantarkan kepada munculnya berbagai
aliran-aliran teologi dalam islam.
Oleh
karena itu awal mula munculnnya aliran-aliran teologi dalam islam tidaklah
begitun jelas. Karena m,unculnya aliran teologi tersebut melalui beberapa fase.
Dan selama kurang lebih 3 abad lamanya melakukan perdebatan, baik antara sesame
maupun dengan lawan-lawan dan pemeluk agama lain, kaum muslimin ssampaikepada
ilmu yang mejeloaskan dasar-dasar aqidahnya dan jugaa perinci-perinciannya.
Al-Qur`an sendiri sangat menyarankan umat islam untuk memakai akal pikirannya.
Dan juga memperhatikan alam semesta ini dengan panca indra yang dimilikinya.
Oleh Karen itu, untukn urusan beragama islam dengan keras mencela seorang yang
beragama yang hanya taqlid buta atau ikut-ikutan tentang soal-soal kepercayaan
agama. Oleh karena itu umat muslim harus benar-benar melepaskan akal
pikirannyauntuk menggali kandungan isi Al-Qur`an dan sunnah Rosul. Pada waktu
Rosulullah masih hidup, umat islam dapat menanyaka segala sesuatu persoalan
atau kesulitan kepada beliau akan tetapi setelah beliauy wafat mereka tidak
bias menanyakannya langsung kepada Riosulullahn. Melainkan kepada para penerus
pemimpoin umat, yang mana mereka harus dapat menggali isi Al`Qur`an denga akal
pikiran dengan tata cara yng bias dipertanggung jawabkan.
Setelah Rosulullah wafat, muncullah persoalan politik dikalangan umat islam
yaitu tentang Imamah (pimpinan kaumn muslim berikutnya). Dan sejarah
merwayatkan bahwa yang menjadi pengganti (sebagain kepala Negara, bukan sebagai
Nabi atyau rosul ) adalah Abu Bakar. Dan itupun melalui sebuah perdebatan yag
besar oleh para pemuda, sahabat muhajirin dan sahabat anshor.kemudian abu Bakar
digantikan oleh Umar Ibn Khottab dan Umar digantikan oleh Utsman bin Affan.
Dalam pertengahan pemerintahan, Kholifah Usman bin Affan tidak berdaya dalam
menghadapi keluarga beliau yang mempunyai ambisi untuk duduk dalam
pemerintahan. Banyak keluarga beliau yang menjadi gubernur di beberapa daerah
kekuaasaan islam pada saat itu. Dan akibat tindakan Khalifah Usman tersebut
banyak para sahabat Nabi yang dulu menyokong beliau sekarang menjauhi beliau.
Yang akhirnya khalifah Usman wafat karena dibunuh oleh para pemberontak dari
Makkah.
Setelah khalifah Usman wafat, kekhalifahan digantikan oleh Ali. Dan belum lama
memerintah sebagai khalifah, Ali mendapatkan tantangan dari Aisyah, Talhah Dan
Zubair. Tetapi tantangn tersebut dapat diselesaikan dengn perang. Dan tantangn
berikutnya yaitu dari Mu`awiyah. Mu`awiyah menuduh bahwa Ali turut campur dalam
pembunuhan Khalifah Usman karena Muhammad Ibn Abi Bakar (pembunuh Usman) adalah
anak angkat dari Ali bin Abi Thalib. Dan khalifah Ali tidak mengambil tindakan
keras atas kasus tersebut.
Selanjutnya Khalifah Ali dan Mu`awiyah melakukan poeperangan di bukit siffin.
Yang akhirnaya Khalifah Ali dapat memojokkan Mu`awiyah. Akan tetapi karena
kelicikan dari kelompok Muawiyah, yaitu dengan mengangkat Al-Qur`an keatas
(tanda-tanda perdamaian), kelompok Ali pecah menjadi dua kelompok. Yaitu
kelompok ynag setuju untuk berdamai deng tetap ikut kepada khalifah Ali(Syiah)
dan kelompok yang tidak ingin untuk berdamai (Kawarij).
Demikianlah beberapa persoalan poliitk yang akhirnya memicu terjadinya
permasalahan teologi. Yaitu dimulainya persoalan dosa besar karena membunu
Khalifah Usman. Dan timbullah persoalah siapa yang kafir dan siapa yang tidak
kafir.dalam arti siapa yang masih dalam islam dan siapa yang sudah keluar dalam
islam. Dari sinilah awal muncul tiga aliran teologi yaitu yang pertama, Aliran
Khawarij yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir (murtad)
dan oleh karena itu wajib di bunuh.
Aliran yang kedua, yaitu Aliran Murji`ah yang menegaskan bahwa orang yang
melakukan dosa besar masih dikatakan mukmin, adapun dosa yang dilakukan
terserah Allah SWT. Aliran yang ketiga, yaitu Aliran Mu`tazilah yang menyatakan
bahwa orang yang berbuat dosa besar bukan kafir dan juga bukan mukmin,
melainkan berada diantaranya (almanzilah bain almanzilah). Dan demikianlah
sebenarnya sebuah persoalan fiqh (pertalian dengan manusia) yang mengantarkan
menjadi masalah kepercayaan (teologi).
3.
Beberapa
aliran teologi islam
Pada
pembahasan ini akan kami sampaikan beberapa contoh aliran teologi islam
diantaranya yaitu:
a.
Aliran Mu`tazilah
aliran
ini merupakan aliran terbesar dan tertua. Dan juga ikut memainkan peranan
penting dalam sejarah pemikiran dunia islam. Ajaran – ajaran pokok aliran ini yaitu;
Ke – Esa – an, Keadilan, Janji dan Ancaman, Tempat diantara dua tempat, dan
yang terakhir yaitu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang segala kemungkaran.
b.
Aliran Jabariyah
Kaum
ini berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan
kehendak dan perbuatannya. Jadi segala yang dilakukan oleh menusia adalh
kehendak tuhan atau sudan menjadi qada dan qadar tuhan secara penuh
c.
Aliran Qadariah
Kaum
ini sebalkiknya dengan kaum jabariyah, yaitu manusia mempunyai kemerdekaan dan
kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya. Jadi segala sesuatu yang
dilakukan manusia memang atas kehendak dan kekuatan dari menusia tersebut.
d.
Ahli sunnah dan jama`ah
Golongan
ini timbul atas reaksi paham-paham golongan sebelumnya seperti Mu`tazilah dan qadariyah
dan yang lainnya. Golongan ini, salah satunya menjunjung tinggi qaidah
attasamukh (toleran) yaitu tidak seperti mu`tazilah yang begitu keras dalam
menyiarkan agama. Ahl Sunnah dan Jamaah tidak menjunjung tinggi-tinggi kekuatan
manusia dan juga tidak meyerahkan kekuatan sepenuhnya kepada Tuhan.
4.Macam
macam aliran dalam islam
Aliran
dalam Islam mulai tampak pada saat perang Siffin (37 H) khalifah 'Ali bin Abi
Thalib dengan Mu'awiyah. Pada saat tentara 'Ali dapat mendesak tentara Mu'awiyah
maka Mu'awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara 'Ali menyetujui
perdamaian ini, dan sebagian lagi menolaknya. Kelompok yang tidak setuju ini
akhirnya
memisahkan
diri dari 'Ali dan membentuk kelompok sendiri yang akhirnya terkenal dengan
nama Khawarij. Mereka menganggap Ali, Mu'awiyah dan orang-orang yang menerima
perdamaian ini telah berbuat salah (dosa besar) karenanya mereka bukan mukmin
lagi dan boleh dibunuh. Masalah dosa besar ini kemudian menimbulkan 3 aliran
teologi
dalam Islam yaitu : Khawarij, Murji'ah dan Mu'tazilah.1Masalah kepemimpinan ini
kemudian menyebabkan munculnya kelompok yang menganggap yang berhak adalah
'Ali
dan keturunannya (Syi'ah) dan kelompok yang berseberangan dengannya (Ahlus
Sunnah wal Jama'ah).
Dan
akibat pengaruh agama lain dan filsasat pada umat Islam maka muncullah kelompok
yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkendak dan
perbuatannya (Qadariyyah) dan kelompok yang berpendapat sebaliknya
(Jabariyyah). Setelah itu banyak bermunculan aliran-aliran baru dalam agama
Islam.
Dalam
tulisan yang singkat ini penulis akan berusaha menguraikan aliran-aliran Islam
yang ada terutama yang ada di Indonesia dan pendapat-pendapat mereka. Pembagian
aliran-aliran Islam pada zaman terdahulu.
Yang
perlu diperhatikan disini, bahwa perselisihan yang terjadi pada masalah
keyakinan pada umat Islam pada zaman dahulu tidaklah pada inti dari keyakinan
(lubbul ‘aqidah),
tetapi
masalah-masalah filsafat dan sama sekali tidak menyentuh inti keyakinan seperti
keesaan Allah, Iman kepada para rasul dan hari akhir, iman kepada malaikat, dan
bahwa yang diberitakan oleh Nabi Muhammad adalah benar.
Adapun
masalah-masalah yang
diperselisihkan adalah :
-
Paksaan dan kebebasan untuk berkehendak atau berbuat (al-jabr wal-ikhtiyar),
-
Pelaku dosa besar,
-
Al-Quran adalah qadim atau hadits (baru).
Aliran-aliran
keyakinan pada saat itu adalah : Khawarij,
Syi'ah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Murji-ah, dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Berikut
ini akan kami sajikan secara singkat sejarah dan pendapat masing-masing
kelompok tersebut..sebelumnya silahkan download
Ebook
Aliran-aliran Dalam Islam
1.
Khawarij
Khawarij
menurut bahasa merupakan jamak dari kata kharijiy, yang berarti orang-orang
yang keluar, mengungsi atau mengasingkan diri.
Asy-Syihristani
mendefinisikan bahwa Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari Imam yang
berhak yang telah disepakati oleh masyarakat. 2
Kelompok
Khawarij yang pertama adalah Al- Muhakkimah (Syuroh/Haruriyyah) yaitu pengikut
Ali yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara beliau
dengan Muawiyah saat perang Siffin. Mereka ini menganggap Ali dan orang-orang
yang
menyetujui
perdamaian tadi adalah orang-orang kafir dan halal darahnya.
Kemudian
Khawarij ini terpecah menjadi beberapa aliran, yang paling besar adalah
Al-Azariqoh,
An-Najdah, Al-'Ajaridah, Ash-Shufriyyah, dan Al-Ibadiyyah. Aliran
terakhir
ini yang paling moderat diantara aliran Khawarij dan masih terdapat di
Zanzibar, Afrika Utara, Umman dan Arabia Selatan
Pendapat-pendapat
mereka antara lain :
-
Pelaku dosa besar adalah kafir
-
Imam boleh dipilih dari suku apa saja asal ia sanggup
menjalankannya.
-
Keluar dari Imam adalah wajib apabila Imam tidak sesuai dengan ajaran-ajaran
Islam.
-
Orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan anak istrinya boleh ditawan,
dijadikan budak atau dibunuh (Al-Azariqoh) sedang menurut Al-Ibadiyah mereka
bukan mukmin dan bukan kafir, karena itu boleh bermuamalat dengan mereka, dan
membunuh
mereka
adalah haram.
-
Anak-anak orang kafir berada di neraka (Al-
Azariqoh)
-
Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-Quran (Al-Azariqoh)
-
Surat Yusuf bukan termasuk al-Quran karena mengandung cerita cinta
(Al-'Ajaridah)
2.
Syi'ah
Sy'iah
menurut bahasa berarti pengikut dan penolong, dan diucapkan untuk sekelompok
manusia yang bersatu/berkumpul dalam satu masalah, dan kepada setiap orang yang
menolong seseorang dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya.
Kemudian
kata ini dipergunakan untuk kelompok yang menolong dan membantu khalifah 'Ali
dan keluarganya, lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini.
Menurut
Asy-Syihristaniy Syi'ah adalah kelompok yang mengikuti Khalifah 'Ali dan
menyatakan kepemimpinannya baik secara nash ataupun wasiat yang adakalanya
secara jelas ataupun samar, dan mereka berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah)
tidak
keluar
dari anak-anaknya, dan jika keluar darinya maka itu terjadi secara zalim atau
sebab taqiyah darinya. 4
Para
sejarawan berbeda pendapat akan awal munculnya Syi'ah, diantaranya :
-
muncul sejak zaman Nabi Muhammad SAW (pendapat ulama Syi'ah)
-
muncul bersamaan setelah wafatnya Rasulullah (Ahmad Amin)
-
muncul pada akhir pemerintahan Utsman bin Affan (Muhammad Abu Zahrah)
-
muncul setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 36 H (pendapat Orientalis Yulius
W)
-
muncul setelah terbunuhnya Al-Husein (Dr. Samiy An-Nasysyar)
-
muncul di akhir abad pertama hijriyyah ( Dr. 'Irfan Abdul Humaid) 5
Menurut
sebagian ahli sejarah madzhab ini disebarkan pertama kali oleh Abdullah bin
Saba yaitu seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, dan hampir dibunuh oleh
Ali. 6
3
Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 5
4
Al-Milal wan Nihal, hal : 146/juz 1
5
Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 14
6
Mengapa Kita Menolak Syiah, LPPI, hal 5
Dr.
Fuad Mohammad Fachruddin membagi Syi'ah menjadi 4 macam aliran :
-
Ekstrimis (al-Ghulatiyyah), sekarang sudah tidak ada lagi.
-
Isma’iliyah dan cabang-cabangnya,.
Tersebar
di India, Pakistan, Afrika Utara , Eropa dan Amerika.
-
Zaidiyyah,
Tersebar
di Yaman dan sekitarnya.
-
12 Imam (Itsna 'Asyariyyah/Imamiyyah),
Syi'ah
yang paling banyak mempunyai pengikut di dunia tersebar di Iran, Irak, Lebanon,
India, Pakistan dan bahkan di Arab Saudi serta negara-negara Teluk.
Diperkirakan pengikutnya sekitar 120 juta orang.7
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Mengkafirkan sahabat Nabi yang tidak mendukung Ali (kecuali Syiah Zaidiyah
sekarang-pen)
-
Kepemimpinan (Imamah) merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
-
Memandang Imam Itu ma'shum (orang suci)
-
Wajib adanya Imam yang tersembunyi (Al-Imam Al- Mastur)
-
Al-Quran yang sekarang mengalami perubahan dan pengurangan, sedangkan yang asli
berada di tangan Al-Imam Al-Mastur (Syi'ah Imamiyah)
-
Tidak mengamalkan hadits kecuali dari jalur keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait),
(kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
-
Memperbolehkan taqiyah
-
Tidak menerima ijma dan qiyas (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
7
Sejarah perkembangan pemikiran dalam Islam, hal : 57
-
Wajib sujud di atas tanah atau batu (Syi'ah Imamiyah)
-
Memperbolehkan nikah mut'ah (Syi'ah Imamiyah)
-
Tidak melakukan shalat Jumat karena Imam yang asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah)
3.
Murji'ah
Murji'ah
berasal dari kata Irja yang berarti menangguhkan. Kaum Murjiah yang muncul pada
abad I Hijriyyah merupakan reaksi akibat adanya pendapat Syiah yang
mengkafirkan sahabat yang menurut mereka merampas kekhalifahan dari Ali, dan
pendapat Khawarij yang mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Pada saat itulah
muncullah sekelompok umat Islam yang menjauhkan dari pertikaian, dan tidak mau
ikut
mengkafirkan
atau menghukum salah dan menangguhkan persoalannya sampai dihadapan Allah SWT.
Pada asalnya kelompok tidak membentuk suatu madzhab, dan hanya membenci
soal-soal politik, tetapi kemudian terbentuklah suatu madzhab dalam ushuluddin
yang membicarakan tentang Iman, tauhid dan lain-alin. Pemimpin dari kaum
Murjiah adalah Hasan bin Bilal (152 H). 8
Kaum
Murji'ah dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
a.
Golongan moderat
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Orang berdosa bukan kafir dan tidak kekal dalam neraka
b.
Golongan Ekstrim
Pendapat-pendapat
mereka :
8
I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 180-181
-
Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian menyatakan kekufuran secara lisan
tidak menjadi kafir karena iman itu letaknya di dalam hati, bahkan meskipun
melakukan ritual agama-agama lain.
-
Yang dimaksud ibadah adalah iman, sedangkan shalat, puasa, zakat dan haji hanya
menggambarkan
kepatuhan saja
-
Maksiat atau pekerjaan-pekerjaan jahat tidak merusak iman ( Al-Yunusiah)
-
Menangguhkan hukuman orang yang berdosa di akhirat
4.
Jabariyah
Jabariyah
berasal dari kata jabr yang artinya paksaan.
Aliran
ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin
Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan.
Meskipun
demikian sebelumnya sudah ada dalam umat Islam yang membicarakan tentang hal
ini seperti surat sahabat Ibnu Abbas dan seorang tabi-in al-Hasan al- Bashriy
kepada penganut paham ini. 9
Pendapat-pendapat
mereka :
-
manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya
tetapi dipaksa oleh Allah
-
Iman cukup dalam hati saja walau tidak diikrarkan dengan lisan 10
5.
Qodariyah
Qodariyyah
berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa.
9
Tarikh Madzhabil Islamiyyah, Abu Zahrah, hal 103/juz I
10
I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 268-272
Pemimpin
aliran ini yang pertama adalah Ma'bad al- Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqiy.
Keduanya dihukum mati oleh penguasa karena dianggap menganut paham yang salah.
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Manusia sendirilah yang melakukan pebuatannya sendiri dan Tuhan tidak ada
hubungan sama sekali dengan perbuatannya itu.
6.
Mu'tazilah
Mu'tazilah
berasal dari kata I'tazala yang berarti manjauhkan diri.
Asal
mula kata ini adalah suatu saat ketika al-Hasan al- Bahsriy (110 H) sedang
mengajar di masjid Basrah datanglah seorang laki-laki bertanya tentang orang
yang berdosa besar. Maka ketika ia sedang berpikir menjawablah salah satu
muridnya Wasil bin Atha' (131
H)
menjawab : "Saya berpendapat bahwa ia bukan mukmin dan bukan kafir, tetapi
mengambil posisi diantara keduanya". Kemudian ia menjauhkan diri dari
majlis al-Hasan dan pergi ketempat lain dan mengulangi pendapatnya. Maka
al-Hasan menyatakan : Washil menjauhkan diri dari kita (I'tazal 'anna). 11
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Orang Islam yang berdosa besar bukan kafir dan bukan mukmin tetapi berada di
antara keduanya (al-Manzilah bainal manzilatain)
-
Tuhan bersifat bijaksana dan adil, tidak dapat berbuat jahat dan zalim. Manusia
sendirilah yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan perbuatannya
perbuatannya,
yang baik dan jahat, iman dan kufurnya, ta'at dan tidaknya.
11
Teologi Islam, Harun Nasution, hal: 40
-
Meniadakan sifat-sifat Tuhan, artinya sifat Tuhan tidak mempunyai wujud sendiri
di luar zat Tuhan
-
Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal
-
Al-Quran bukan qadim (kekal) tetapi hadits (baru/diciptakan)
-
Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kepala di akhirat nanti
-
Hanya mengakui Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis tetapi tidak mengakui Mi'rajnya
ke langit
-
Tidak mempercayai wujud Arsy dan Kursi Allah, Malaikat pencatat amal (Kiraman
Katibiin), Adzab (siksa) kubur.
-
Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal), Hisab (perhitungan amal),
Shiratul Mustaqiim (Titian), Haud (kolam nabi) dan Syafa'at nabi di hari
Kiamat.
-
Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak kekal (ikut sebagian kelompok)
7.
Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Kelompok
ini disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena pandapat mereka berpijak pada
pendapat-pendapat para sahabat yang mereka terima dari Rasulullah.
Kelompok
ini disebut juga kelompok ahli hadits dan ahli fiqih karena merekalah
pendukung-pendukung dari aliran ini.. Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai
dikenal pada saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok Mu'tazilah
berkembang pesat, sehingga nama Ahlus Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap
manusia yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama Mu'tazilah dipakai
untuk siapa yang berpegang pada ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan
rasio. 12
12
Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam, Dr. Fuad. MF hal :105
Ibnu
Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal
Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam
Asy'ariy dan Imam Maturidi. 13
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Hukum Islam di dasarkan atas Al-Quran dan al-Hadits
-
Mengakui Ijmak dan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam
-
Menetapkan adanya sifat-sifat Allah
-
Al-Quran adalah Qodim bukan hadits
-
Orang Islam yang berdosa besar tidaklah kafir
Aliran-aliran
Islam berikutnya
Sebenarnya
susudah munculnya aliran-aliran di atas, muncul banyak aliran Islam di dunia.
Tetapi pada kesempatan ini kami hanya menyebutkan yang populer di Indonesia.
1.
Wahabi
Pendiri
gerakan ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab (1702-1787 M).
Dalam
Munjid disebutkan bahwa tariqat mereka dinamai Al-Muhammadiyyah dan fiqih
mereka berpegang pada madzhab Hanbali diseuaikan dengan tafsir Ibnu Taimaiyyah.
14
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Tawassul, Istigozah adalah syirik
-
Ziarah kubur hukumnya haram
-
Menghisap rokok haram dan syirik
-
Mengharamkan membangun kubah atau bangunan di atas kuburan
13
Fiqih Tradisionalis, KH. Muhyiddin Abdushshomad, hal 14
14
I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal :337
-
Membagi tauhid menjadi dua : Tauhid Uluhiah dan Tauhid Rububiyyah
2.
Bahai
Pendirinya
adalah : Mirza Husein Ali Bahaullah (1892M)
Kepercayaan
ini mulai timbul di kalangan Syiah Imamiyyah di Iran pada abad ke 19 M dengan
munculnya Mirza Ali Muhammad (1852 M) yang mendirikan dirinya sebagai
al
Bab (pintu) bagi kaum Syiah dan umat Islam lainnya untuk menghubungkan mereka
dengan Imam yang lenyap dan ditunggu kehadirannya pada akhir zaman. Ia
menyerukan untuk menyatukan agama Islam, Nasrani dan Yahudi sehingga
menimbulkan kehebohan dan ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati di Tibriz
tahun 1853 M. Salah satu muridnya Mirza Husein Ali Bahaullah kemudian mengaku
sebagai wakil dari Mirza Ali Muhammad Al-Bab dan mengembangkan ajaranajarannya
sampai
ia mati. Kelompok ini diusir oleh Kerajaan Syah Iran dan dilarang di Mesir,
bahan Al- Azhar mengeluarkan fatwa bahwa aliran keluar dari Islam dan sudah
tidak Islam lagi.
Aliran
ini meluas ke Dunia Barat pada tahun 1980, dan pada tahun 1920 mengadakan pusat
bahai yang kuat di Amerika. Dewasa ini bahai terdapat di lebih dari 260
kota
dunia.
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Menggabung agama Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya.
-
Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak boleh dari dua istri.
-
Shalat hanya sembilan rakaat dan kiblatnya Istana Bahaullah
-
Melakukan puasa sebulan tapi hanya 19 hari
-
Tidak melakukan shalat Jumat hanya shalat jenazah saja
-
Melakukan haji dengan mengunjungi rumah Al-Bab, tempat ia dipenjarakan, dan
rumah-rumah para pembesar
-
Zakat harta sepertiga dan diberikan kepada dewan pengurus perkumpulan
-
Riba diperbolehkan
-
Jihad haram dilakukan
-
Talak 19 kali Janda boleh menikah setelah membayar diyat (tanpa ‘iddah), duda
tidak boleh kawin sebelum 90 hari.
-
Kewarisan 9/60 untuk anak, 8/60 untuk suami, 7.60
untuk
ayah, 6/60 untuk ibu, 1.60 untuk saudara perempuan, 3/60 untuk para guru.
Selain mereka tidak dapat.
-
Hukum atas perzinaan adalah membayar uang ke baitul mal
-
Wanita mendapat warisan yang sama dengan lakilaki
-
Tidak mempercayai hari akhirat
3.
Ahmadiyah.
Pendirinya
adalah Mirza Ghulam Ahmad.(1936-1908 M)
Ia
lahir di Pakistan ditengah-tengah kelompok Syiah
Ismailiyyah.
Pada tahun 1884 ia mengaku mendapat ilham dari Allah, kemudian pada 1901
mengaku dirinya menjadi nabi dan rasul, yang diingkari oleh kelompok Ahlus
Sunnah dan kelompok Syi'ah seluruh dunia.
Ahmadiyah
terbagi menjadi dua kelompok
a.
Ahmadiyah Qadiyan : menganggap Mirza sebagai nabi
b.
Ahmadiyah Lahore : menganggap Mirza sebagai mujaddid (pembaharu Islam)
Pendapat-pendapat
mereka :
-
Menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi (Qadiyan)
-
Orang Islam yang tidak sepaham adalah orang kafir
-
Mengharamkan jihad
4. Jamaah Tabligh
Pendirinya
: Syaikh Muhammad Ilyas bin Muhammad Ismail al-Kandahlawi.(1303-1363)
Kelompok
ini aktif sejak 1920-an di Mewat, India.
Markas
internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. 15
Pendapat
mereka :
-
Mengembalikan Islam pada ajarannya yang kaffah (menyeluruh)
-
Mengharuskan pengikutnya khuruj (keluar untuk berdakwah) 4 bulan untuk seumur
hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali
berkeliling pada tiap minggu.
-
Menjauhi pembicaraan tentang fiqih, masalah-masalah politik, aliran-aliran lain
dan perdebatan
-
Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah dari kubur beliau untuk berjabat
tangan dengan asy- Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i
-
Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad
al-Kanhuhi
15
Sebagian ulama wahabi menganggap kelompok ini sesat di antaranya :
Asy-Syaikh
Abdul Aziz bin Baz, Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, Asy- Syaikh Al-Allamah
Muhammad bin Ibrahim Alusy, Muhammad Nashiruddin Al-Alban, Abdurrazzaq 'Afifi.
-
Sikap fanatis yang berlebihan terhadap orang-orang shaleh dan berkeyakinan
bahwa mereka mengetahui ilmu gaib
-
Keharusan untuk bertaqlid
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan
Demikianlah
pembahasan tentang beberapa aliran teologi dalam islam. Ada yang bercorak
liberal dan ada pula yang bercorak tradisional, bahkan ada yang diantara
kedua-duanya. Dan setelah mengetahui beberapa aliran teologi dalam islam
beserta sejarah singkatnya, di harapkan umat islam dapat mempunyai pandangan
lain tentang islam yang tidak hanya dari sudut pandang halal dan haram saja,
dan mengnggap islam itu sempit. Ynag mana teologi mempunyai sudut pandang yang
lebih luas.
Semua
aliran juga berpegang pada wahyu. Sebenarnya perbedaan terdapat pada
interpretasi mengenai teks ayat-ayat Al-Qur`an dan Hadits. Dan ini juga seperti
perbedaan yang terjadi dalam bidang hokum islam atau Fiqih. Yang selanjutnya
menghasilkan beberapa madzhab-madzhab yang berbeda seperti yang dikenal dengan
sekarang, yaitu madzhab hanafi, madzhab Maliki, madzhab hambali, dan madzhab
Syafi`i.
Pada
hakikatnya semua aliran-alairan yang timbul bukanmlah keluar dari islam, tetapi
masih tetap dalam islam. Dengan demikian umat islam dapat memillih salah satu
dari aliran teologi tersebut menurut jiwa dan pendapatnya. Sebagaimana
seseorang memilih madzhab dalam Fiqih. Dari sinilah kellihatan hikmah ucapan
dari Nabi Mmuhammad SAW,” Perbedaan paham dikalangan umatku membawa rahmat”.
Walaupun begitu kita tetap harus memilih aliran teologi yang paling mendekati
dengan pedoman umat islam yaitu Al-Qur`an dan Hadits. Dan dalam konteks ini
yaitu Aliran Ahlussunnah Waljama`ah sebagaiman tercantum dalam sebuah hadits.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Karim, Nashir Al-Aql, Gerakan Dakwah Islam, Darul Haq, 2003.
Iskandar, Noer Al-Barsany, Biografi dan Garis besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah Waljama`ah, Raja Grafindo Persada, 2001.
Hanafi, A, Pengantar Teologi Islam, Pustaka Al-Husna Baru, 2003.
Nasution, Harun, Teologi Islam Aliran-Aliran sejarah Analisa Perbandingan, UI-Pers, 2008.







0 komentar:
Posting Komentar